Tes Produk BlackBerry Bellagio (Onyx 3)

BlackBerry Bellagio

BlackBerry Bellagio

Dibanding BlackBerry Bold 9700 (Onyx) dan 9780 (Delta/Onyx II), Bold 9790/Bellagio/Onyx III ini memang memiliki perubahan paling signifikan dalam desain maupun fitur.

Serupa Dakota atau Bold 9900, Research in Motion (RIM) mampu memangkas ukuran BlackBerry yang umumnya tebal-tebal itu secara drastis. Dimensi Bellagio hanya 110 x 60 x 11.4 mm. Dengan ketebalan 11,4 mm, memang tidak setipis Dakota yang mencapai 10,5 mm. Namun, sudah jauh lebih tipis dibandingkan Onyx I yang 15 mm dan Onyx II 14 mm. Dari sisi berat, mungkin inilah seri Bold teringan yang pernah dibuat: hanya 107 gram.

Dengan 107 gram, Bellagio tidak hanya meninggalkan Dakota (130 gram), tapi juga Onyx I (136 gram) serta Onyx II (122 gram). Begitupun smartphone Android premium yang umumnya diatas 150 gram. Karena lebih tipis dan ringan, Bellagio jadi lebih mudah digenggam, disaku, serta dioperasikan satu atau dua tangan.

Penampilan Bellagio juga jauh lebih cantik dibandingkan kedua kakaknya. Lekukan desainnya yang ramping dan bersih terlihat jauh lebih seksi. Sisi bodi samping, bawah, hingga bagian atas belakang disepuh lapisan stainless steel yang membuatnya semakin elegan. Kover bagian belakangnya dibiarkan bersih, disapu warna hitam menawan.

Berbeda dengan Onyx II, keypad Bellagio terasa lebih rata dan tidak menonjol. Dampaknya, mengetik memang jadi lebih empuk. Meski, secara pribadi SINDO lebih suka keypad Onyx II yang memantul, sehingga nyaman untuk mengetik cepat.

Hal mengganggu lainnya adalah, keypad Bellagio yang memotong langsung garis samping bodi tanpa ada jarak. Memang penampilannya jadi lebih simpel dan ringkas. Tapi, kedua jempol saya beberapa kali terpeleset saat mengetik kata dengan kombinasi huruf dibagian kanan dan kiri keypad.

Bisa saja pada akhirnya pengguna akan terbiasa. Tapi, saya merasakan hal ini sangat mengurangi kenyamanan untuk mengetik cepat. Untunglah, kekecewaan ini dibalas dengan pilihan cara navigasi Bellagio yang nyaman. Susunan empat tombol di sisi-sisi trackpad didesain menonjol sehingga lebih mudah diraba dan ditekan.

Navigasi jadi lebih cepat dan mengasyikkan dengan kombinasi optical trackpad dan sentuhan di layar. Trackpad digunakan, misalnya, untuk memilih ikon di menu utama. Sedangkan menggeser-geser halaman di menu dilakukan dengan menyentuhkan jempol ke layar kapasitif penuhnya.

Layar Bellagio yang 2,45 inci, nyaris tak berbeda dengan Onyx II (2,44 inci). Resolusinya pun sama-sama 480 x 360 pixel. Begitu juga dengan kamera 5 MP dengan autofokus dan LED Flashnya. Hanya, ada sedikit perbaikan dalam aplikasi deteksi wajah dan penyetabil gambar.

Beda lain yang terasa adalah colokan microUSB dan charger yang posisinya berada di bagian bawah, serta tombol kunci (lock/unlock) di bagian atas tengah. Sedangkan headset jack ada di samping kiri. Pengaturan volume sendiri hadir lebih ramping di bagian kanan.

Prosesor Bellagio menggunakan Marvel Tavor MG1 1 Ghz dan OS 7. Memang jauh lebih cepat dan responsif daripada Onyx II yang menggunakan prosesor 624 Mhz dan OS 6.1. Ini terasa karena saat berkomputasi saya jarang melihat logo jam yang menyebalkan itu. Meski, sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan dari OS 7 selain diklaim lebih cepat 1,6x, dukungan NFC, tampilan antarmuka grafis lebih baik, serta HTML 5.

Setelah sepekan menggunakan smarpthone ini ada dua catatan yang saya rasakan. Pertama adalah baterai 1.230 mAh yang cepat panas. Kedua daya tahan baterainya jauh lebih boros dibandingkan Onyx II. Baterai 1.500 mAh milik Onyx II termasuk yang paling awet, bahkan jika dibandingkan model seperti Torch.

Rata-rata ketika digunakan untuk berjejaring sosial (Twitter, Facebook), mengirim/menerima BBM, serta sedikit menelpon, daya tahan baterai Bellagio dibawah 8 jam sehari. Sudah jauh lebih baik dibandingkan Dakota yang dikeluhkan teman saya hanya bertahan 4-5 jam sebelum harus di-charge ulang.

Memori internal Bellagio memang dilebarkan menjadi 8 GB, jauh dibandingkan Onyx II yang hanya 512 MB. Tapi, karena SINDO lebih banyak menggunakan BlackBerry untuk memotret dan menshare-nya ke jejaring sosial atau menyimpan teks, memori yang besar ini tidak terlalu berguna. Saya memang menggunakan smartphone lain yang khusus untuk mengonsumsi konten multimedia seperti video, foto, game, dan lainnya.

Beli Bellagio karena:
Anda adalah pengguna Bold/Onyx karena jatuh cinta dengan keyboard-nya yang nyaman dan ukurannya yang kompak. Anda juga tidak suka desain geser milik Torch. Fitur sentuh kapasitif di layar Bellagio dan ukuran lebih tipis sangat menarik bagi Anda. Tapi Anda tidak ingin membeli Dakota karena selain harganya lebih mahal tapi baterainya sangat boros.

Anda tidak membeli Bellagio karena:
Anda sudah cukup puas dengan kemampuan Onyx II/Torch yang dimiliki saat ini. Kombinasi navigasi trackpad dan layar sentuh bukan sesuatu yang esensial, dan daya tahan baterai masih menjadi pertimbangan utama Anda dalam membeli BlackBerry.
Harga awal Bellagio adalah Rp4,6 juta. Dengan harga itu, Bellagio memberikan pilihan jauh lebih murah bagi calon pembeli Dakota yang merasa terlalu mahal dengan harga Rp6 juta. Juga, hanya terpaut Rp1 juta dengan Onyx II yang sekitar Rp3,6 juta. danang arradian

Tampilan classy Bellagio

Tampilan classy Bellagio

Kelebihan:
- Dimensi lebih kompak, desain tipis dan sangat elegan.
- Beratnya hanya 107 gram, model BlackBerry paling ringan yang pernah dibuat.
- Prosesor Marvel Tavor MG1 1 GHz terasa lebih cepat di performa dan saat browsing.
- Layar sentuh kapasitif memudahkan navigasi.
- Keypad terasa lebih empuk.
- Kapasitas memori internal besar, 8 GB.
- Sudah menggunakan OS 7

Kekurangan:
- Daya tahan baterai jauh berkurang dibandingkan Onyx II.
- Kamera sama dengan Onyx II, belum mendukung video HD.
- Keypad agak mengganggu saat mengetik cepat.


Spesifikasi Bellagio:
- Layar 2.45inch TFT LCD kapasitif
- Marvel Tavor MG1 1 GHz processor
- RAM 768 MB, memori internal 8GB
- Micro SD Slot up to 32 GB
- Kamera 5.0 MP autofokus, LED flash, Geo-tagging, face detection, image stabilization.
- Konektifitas Bluetooth, Wi-Fi, GPS, NFC.
- BlackBerry OS 7.0
- Harga : Rp4,6 juta.

About these ads

One comment on “Tes Produk BlackBerry Bellagio (Onyx 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s