Tablet Pun Jadi Kanvas Digital

Tak perlu lagi kuas, cat, atau kanvas. Para seniman digital hanya butuh jari (atau stylus pen) dan sebuah tablet atau smartphone untuk menghasilkan gambar dan karikatur yang indah.

Ternyata menyapukan S-Pen di layar HD Super Amoled Samsung Galaxy Note yang berukuran 5.3 inci itu lebih mengasyikkan dibanding menggores pena di atas kertas.

Mungkin tidak semua karikaturis (pembuat gambar karikatur) setuju. Tapi, itulah yang dirasakan Kathy Bailey Rose, satu dari beberapa karikaturis yang memeriahkan booth Samsung Electronics di perhelatan Consumer Electronic Show (CES), 10-13 Januari 2012 silam.

Kathy menggambar karikatur di Samsung Galaxy Note secara cuma-cuma. Namun, jika ingin digambar, Anda harus mengosongkan waktu setidaknya 1 jam.

Sebab untuk merampungkan sebuah karikatur Kathy butuh waktu setidaknya 10 menit. Padahal peserta pameran–media, analis, buyer, ataupun business affiliate—begitu antusias hingga membuat antrean panjang.

Walau saya sendiri tidak ikut antre, melihat Kathy bekerja di Galaxy Note ternyata tidak kalah menyenangkan. Karena Kathy membuat aktifitas menggambar terlihat sangat mudah.

Mula-mula ia membuat sketsa melalui aplikasi S-Memo yang sudah pre-loaded di Galaxy Note. Setelah sketsa wajah obyek sudah mulai terbentuk, ia mulai menyapukan warna dengan pilihan ”paintbrush”.

Tangan kirinya terlihat nyaman menggenggam ”tablet mini” itu. Sedangkan tangan kanannya bergerak lincah memadu warna, melapis cat. Berlahan tapi pasti gambar karikatur pun jadi.
Read more of this post

Teknologi Mobil Didesain Ulang

Perhelatan Consumer Electronic Show (CES) 2012 di Las Vegas digelar hampir bersamaan dengan North American International Auto Show (NAIAS). Namun, justru di CES lah teknologi mobil masa depan lebih banyak ditampilkan.

Betapa tidak, eksebitor automotif di CES 2012 menempati lahan seluas 8.825 meter persegi, 10 persen lebih besar dari 2011. Pesertanya juga para pabrikan besar. Mulai dari Audi, Chrysler, Ford, Kia, hingga Mercedes-Benz. Bahkan top eksekutif dari masing-masing pabrikan juga datang untuk memberikan keynote.

Dalam pameran itu terungkap bahwa teknologi automotif terbaru tidak lagi ada dibalik bonnet. Namun, lebih banyak berada di balik kabin. Situs Edmunds.com mencatat tak kurang dari 480 teknologi mobil baru yang dipamerkan. Sedangkan teknologi yang paling banyak digunakan dan diperbaiki adalah sistem telematic.

Sistem telematic mengacu pada integrasi komputer, komunikasi nirkabel, serta GPS untuk mengirimkan, menerima dan menyimpan informasi melalui jaringan yang luas. Perangkat telematic memungkinkan pengemudi mengakses internet, mengirim dan menerima email, menerima update kemacetan lalu lintas secara langsung (live traffic update), mendengarkan satelit radio, serta menjalankan perintah verbal di mobil (lebih detil soal telematic ini lihat grafis).

Teknologi lain yang di eksplorasi adalah keamanan. Di sektor inilah imajinasi bergulir liar. Para pabrikan mengeskplorasi berbagai kemungkinan, mulai dari sensor, kamera, hingga alat bantu navigasi untuk meminimalisir kecelakaan.

Mercedes-Benz, misalnya, mengejar standar keamanan nyaris sempurna yang disebut ”active security”. Kecuali pengemudinya benar-benar mabuk, risiko mobil kecelakaan bisa dipangkas hingga kurang dari 1 persen.

Pakar automotif Doug Newcomb dari Edmunds.com bahkan menyebut bahwa para pabrikan automotif sudah merancang mobil yang bisa menyetir sendiri, seperti yang pernah di ujicoba oleh Google.

Mungkin masih butuh waktu lama cukup lama untuk melihat mobil yang bisa berkendara otomatis seperti di film sci-fi atau serial Knight Rider yang dibintangi David Hasselhoff itu.

Tapi yang paling realitis–dan sudah ada di Las Vegas– adalah mobil semi-autonomous. Inilah mobil yang nyaris semua sektor keamanannya sudah dikendalikan oleh komputer.
Read more of this post

Kemeriahan Hari Pertama CES 2012


Memang mustahil untuk mengelilingi venue Consumer Electronics Show (CES) 2012 di Las Vegas Convention Center (LVCC) yang luasnya mencapai 30 kali ukuran lapangan sepak bola itu dalam sehari.

Bahkan, selama empat hari penyelenggaraannya, dari 9-13 Januari 2012 pun, tetap sulit untuk menapaki setiap jengkal venue CES yang sangat luas itu. ”Anda tidak mungkin mengkover seluruh vendor di CES sendiri,” ujar Reuben Lee, senior editor CNET Asia kepada saya.

Tahun ini adalah tahun keenam Lee, yang asal Singapura itu, meliput CES. Sedangkan tim CNET menerjunkan lebih dari 40 orang untuk memberikan liputan mendalam di ajang ini.

Selain ukuran yang amat besar, mustahil berjalan cepat di CES karena venue tersebut penuh dengan lautan manusia. Mereka adalah media, analis atau pengamat pasar, pelaku industri, buyer atau mereka yang tertarik untuk membeli teknologi terbaru yang dipamerkan.

Bahkan, walau sudah sangat besar, butuh waktu lama untuk mengeksplorasi sebuah booth karena antrean panjang mereka yang ingin mencoba. Di booth Samsung Electronics misalnya, fitur yang ingin dicoba adalah teknologi Smart TV terbaru mereka yang dibekali dengan voice recognition, pengenali wajah, serta kamera yang mampu menangkap gerakan tubuh sebagai perintah.

Tapi, kegiatan berjalan, menembus keramaian, serta melakukan liputan yang seharusnya melelahkan jadi tidak terasa lelah karena begitu banyaknya teknologi baru yang bisa dilihat dan dicoba langsung. Nah, berikut adalah suasana hari pertama CES 2012.

Jadi Endorser di CES 2012, Selebriti Promosikan Produk

Setiap pukul 9 pagi setelah sarapan, agenda media yang meliput CES adalah berkumpul di hotel masing-masing dan menunggu bis. CEA selaku penyelenggara CES 2012 memang menyediakan bis gratis yang berkeliling dari hotel ke hotel di sekitar Las Vegas Convention Center, venue tempat berlangsungnya CES.

Hotel-hotel itu mulai dari Luxor tempat saya menginap, Excalibur, MGM, Bellagio, Mirage, dan The Cosmopolitan. Tinggal pilih saja koridor yang dituju.

Setelah datang, yang saya lakukan adalah mengecek jadwal konferensi pers. Jika tidak ada, maka saya akan melakukan aktifitas favorit: berjalan-jalan mengelilingi venue LVCC yang ukurannya mencapai 35 kali lapangan bola itu.

Walau sangat besar dan tidak mungkin dikelilingi semua dalam waktu yang terbatas, tapi rasa lelah seolah tidak terasa karena berkeliling booth demi booth adalah hal yang sangat menyenangkan. Sambil melihat produk dan teknologi terbaru yang dipamerkan, para staf CES dengan senang hati akan memberi penjelasan bahkan tanpa ditanya.

Setelah beranjak dari booth milik Samsung Electronics yang paling besar dan mungkin paling menarik (karena beragam produk yang bisa dilihat, dari sound system, TV, tablet, hingga ultrabook), saya melihat kerumunan orang di Interactive Booth (LVCC, South Hall). Ternyata, disana aktor/rapper LL Cool J sedang memamerkan teknologi Boomdizzle.

Di booth lainnya, kerumunan yang lebih besar lagi terjadi. Tepatnya di Robotics TechZone (LVCC South Hall), dimana antrean panjang untuk meminta tanda tangan Justin Beiber.
Read more of this post

SmartWatch, Internet di Pergelangan Tangan

Di Consumer Electronics Show (CES) 2012, jam tidak hanya berfungsi sebagai alat penunjuk waktu. Namun, bisa juga menjadi alat untuk melihat notifikasi Facebook dan Twitter, bahkan berinternet. Internet memang sudah pernah hadir dalam bentuk smartphone, tablet, televisi, tapi belum pernah pada jam.

Hal itu yang terlihat dalam booth milik Sony. Raksasa elektronik asal Jepang itu mengenalkan alat bernama SmartWatch, yang memang pintar karena dapat digunakan untuk melihat email, musik, website, Twitter dan Facebook, serta konten online lainnya.

Jam milik Sony itu kecil. Bentuknya kotak. Desainnya juga simpel. Meski kecil, sudah dibekali layar sentuh seperti halnya iPod Nano. Namun, baterainya lebih irit. Karena dalam sekali charge bisa bertahan hingga dua sampai empat hari.

Tidak mau kalah dengan Sony, startup asal Italia juga merilis teknologi yang kurang lebih sama bernama I’m Watch. ”Sekarang ini adalah periode yang tepat untuk arloji,” ujar chef executive dan co-founder i’m Watch Massimiliano Bertolini. Menurutnya, orang tidak hanya ingin menggunakan teknologi, tapi juga “memakai” teknologi. Mereka menginginkan sebuah teknologi yang juga berfungsi sebagai ikon fashion. Yang menurut Bertolini juga menjadi kunci rahasia dari sukses Apple. ”Rahasia Apple adalah menciptakan sebuah alat yang membuat orang jatuh cinta,” katanya.

Cukup banyak pengguna Apple yang tertarik untuk merubah iPod Nano mereka menjadi jam. Karena memang aksesoris untuk itu sudah banyak tersedia di pasar. Tinggal beli aksesorisnya, pasang, maka iPod Nano berubah menjadi sebuah pemutar multimedia dan jam.

I’m Watch sendiri menggunakan sistem operasi Android 1.6 di layarnya yang lumayan besar. Karena tujuan utama aksesoris ini adalah mewujudkan sebuah jam berkelas, yang bisa melakukan fungsi smartphone. I’m Watch memang sudah dibekali koneksi Bluetooth, dapat melakukan panggilan telpon, berinternet, mengecek email, dan lainnya.

Harga normal i’m Watch adalah USD350. Ada warna-warna menarik yang bisa dipilih. Namun, tersedia pula edisi khusus yang harganya mencapai USD15.000. ”Terbuat dari emas pink, dipadu dengan berlian,” ujar desainer Gianluca Negrello.

Dengan I’m Watch, maka pengguna bisa langsung mengetahui email yang masuk, ataupun notifikasi di Facebook maupun Twitter, serta mengakses foto album Picasa, serta Google kalender langsung dari jamnya. Tidak perlu merogoh ponsel.
Read more of this post

Mengaburnya Batas Antara Notebook-Tablet

Ukuran tiba-tiba menjadi penting. Sebuah peranti bergerak harus benar-benar bisa menemani penggunanya bergerak kemanapun secara mudah dan leluasa. Hal itu yang terlihat di Consumer Electronics Show 2012 di Las Vegas.

”Ultrabook adalah ghetto blaster masa kini,” papar will.i.am, produser/frontman The Black Eyed Peas itu, di ajang Consumer Electronic Show (CES) 2012. Will.i.am mengungkap bahwa sudah sejak beberapa lama ini ia menggunakan ultrabook untuk menciptakan musik dengan rekan sesama musisi serta berkolaborasi dengan fansnya.

Ghetto blaster sendiri adalah istilah untuk menggambarkan radio cassette player portable yang biasa ditenteng-tenteng oleh dibahu pada era 1990-an. Biasanya, ghetto blas ter ini digunakan untuk membuat mixtape, dan memperdengarkannya ke orang lain.

Dengan transisi musik ke komputer, kata will.i.am, ultrabook memiliki fungsi mirip dengan ghetto blaster. Dimana pengguna membuat musik di komputer lantas bisa diperdengarkan langsung ke orang lain. Ia lantas menunjukkan salah satu lagu yang diciptakan melalui ultrabook kepada para jurnalis yang hadir.

Istilah Ultrabook memang digunakan untuk mendefinisikan komputer jinjing yang dipangkas ukuran dan beratnya, namun justru bertambah fitur dan performanya. Lebih detil lagi, ultrabook adalah notebook PC yang lebih tipis dari 2 cm (0,8 inci), dibekali memori flash (SSD), serta langsung menyala ketika lid dibuka, juga memiliki daya tahan baterai antara 5-8 jam.

Apa bedanya dengan netbook? Ada beberapa. Selain menggunakan keyboard normal (full sized), prosesor Ultrabook juga setara notebook yang memiliki performa tinggi. Sehingga dapat bekerja dengan sistem operasi terbaru sekalipun.
Read more of this post

Intel Atom Menyapa Smartphone

Keinginan Intel Corp untuk masuk ke pasar smartphone sudah lama di dengungkan. Tapi, baru di CES 2012 prosesor terbaru smartphone bernama sandi Medfield dikenalkan kepada publik.

Di CES 2012, booth Intel Corp menempati Central Hall, Las Vegas Convention Center (LVCC), bersebelahan dengan booth milik Microsoft Corp. Di Central Hall ini juga ada vendor besar lainnya : Motorola Mobility.

Dari tiga raksasa teknologi yang menempati Centrol Hall itu, memang booth milik Intel yang saya rasakan paling menarik. Bukan cuma deretan laptop Ultrabook yang mereka pamerkan. Namun, lebih pada smartphone tanpa merek yang menggunakan prosesor Intel Atom dengan nama sandi “Medfield” Z2640.

Belakangan, dalam konferensi pers Intel saya tahu bahwa vendor PC terbesar di dunia itu telah menjalin kerja sama dengan Lenovo untuk memasarkan smartphone berbasis Intel Atom pertama di China.

Karena hal itu dipastikan oleh Liu Jun, Senior vice president dan president of Lenovo Consumer Business Group, pada Selasa (10/1) silam. Dalam kesempatan itu, Liu Jun mengungkap bahwa Lenovo akan menjadi vendor smartphone pertama yang mengusung chip Intel Atom.

”Prosesor terbaik Intel kini menyapa smartphone,” jelas chief executive perusahaan asal California Paul Otellini. Tapi, mengapa harus China? ”Sebab China adalah pasar smartphone terbesar di dunia dengan pengguna lebih dari 100 juta,” katanya

Kerjasama perdana Lenovo-Intel itu adalah Lenovo K800, yang berjalan pada sistem operasi Android milik Google. K800 memiliki layar sentuh 4,5 inci. Rencananya akan di-bundling dengan operat China Unicom pada kuartal keda 2012 ini. Harga resminya diperkiraan sekitar USD600-USD700.
Read more of this post

OLED, Masa Depan HDTV

Setelah plasma, LCD, dan LED, kini teknologi pada layar televisi masuk babak baru. Dalam pameran Consumer Electronic Show (CES) di Las Vegas, perusahaan TV terbesar dunia seperti Samsung dan LG mengenalkan teknologi layar televisi yang disebut OLED.

OLED atau organic light emitting diode, sebenarnya bukanlah teknologi yang benar-benar baru. OLED sudah banyak digunakan oleh smartphone lantaran konsumsi daya yang rendah, ukuran supertipis, serta kemampuannya menampilkan gambar tajam, warna cemerlang, dan hitam yang sempurna.

Tapi, sebelum CES 2012, belum ada satu vendor pun yang dapat membawa teknologi OLED ini ke layar HDTV yang umumnya berukuran besar-besar itu.

Sony sebenarnya sudah melihat potensi OLED sejak 2007. Sayangnya, mereka hanya mampu menciptakan layar OLED untuk HDTV berukuran maksimal 11 inci. Harganya pun teramat mahal saat itu: mencapai USD2,500.

Nah, dalam CES 2012 akhirnya para vendor elektronik menemukan cara untuk membuat OLED bisa mencapai ukuran HDTV yang sangat besar: 55 inci. TV berlayar OLED ini muncul dalam booth milik Samsung dan LG dan langsung mencuri perhatian.

Teknologi OLED berbeda dengan LCD, karena setiap piksel bisa menyala dengan sendirinya. Pada teknologi ILCD atau LED-backlit, gambar dibentuk di lapisan liquid crystal. Lantas dinyalakan dengan LED di sisi atau bagian belakangnya.

Nah, OLED tidak memilik backlight. Sehingga piksel-nya sendiri memang hitam. Yang membuat warna hitam layar jadi muncu benar-benar hitam, serta konsumsi dayanya pun semakin berkurang.

Tak hanya itu, OLED milik ini begitu tipisnya, hingga ketebalannya hanya 0,6 inci. TV yang jauh lebih jernih dan memiliki akurasi warna presisi itu juga sudah dibekali dengan teknologi smart interaction, Samsung Apps, 3D, serta multitasking. Layar OLED juga memiliki sudut pandang yang lebih lebar, yang tidak dimiliki LCD.
Read more of this post

Smart TV yang lebih Pintar

Smart TV terbaru Samsung memungkinkan pengguna mengontrol TV tanpa perlu remote control. Juga berbagai konten langsung dari TV, tablet, dan smartphone.

Jangan keliru mendefinisikan Smart TV dengan televisi yang hanya bisa digunakan berinternet. Memang televisi yang bisa berinternet masuk kategori “pintar”. Tapi, kata Smart di depan Smart TV ini sifatnya lebih mengarah ke ”smart” pada ”smartphone”.

Yakni, sebuah televisi yang multi-guna, yang dapat menjalankan fungsi yang belum pernah dilakukan sebelumnya di dalam sebuah televisi. Sebuah TV yang memiliki kecanggihan smartphone bahkan laptop!

Itulah yang terlihat saat SINDO bertandang mengunjungi booth Samsung Electronics di pameran Consumer Electronic Show (CES) 2012. Booth Samsung yang terletak di Central Hall, Las Vegas Convention Center (LVCC) itu termasuk salah satu yang terbesar, tercantik, juga tercanggih.

Di pameran tahun ini Samsung seolah membawa makna Smart TV ke tahap baru yang meliputi tiga fokus. Yakitu fokus pada interaksi yang “smart”, konten yang ”smart”, serta evolusi yang ”smart”.

Yang dimaksud dengan interaksi “smart” secara literal adalah gambaran bahwa Anda benar-benar bisa berinteraksi dengan televisi. Melalui apa? Melalui suara dan gerakan. Rupanya, Samsung ingin membawa teknologi pada televisi ke tahap yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Produk terbaru mereka, Samsung ES8000 LED TV, sudah dibenamkan sebuah kamera High Definition (HD) dan mikrofon. Kamera itu bukan saja bisa digunakan untuk video call melalui Skype. Justru fungsinya jauh lebih canggih, karena sudah dibekali sensor gerak seperti yang ada pada Kinect keluaran Microsoft.

Di menu utama gerakan tangan Anda akan muncul sebagai pointer di layar. Jika ingin memilih aplikasi tertentu, misalnya Facebook, cukup katupkan tangan sekali maka aplikasi otomatis akan terbuka. Kamera ini juga dapat berfungsi sebagai “facial recognition” atau mengenali wajah sebagai password untuk log in ke televisi.

”Nantinya Anda bisa mengontrol televisi sepenuhnya tanpa perlu lagi menyentuh remote kontrol,” ujar Boo-Keun Yoon, presiden consumer electronics Samsung.

Selain sensor gerak, interaksi pengguna ke televisi juga terjalin pula lewat suara. Mikrofon yang telah dibenamkan pada Samsung
ES8000 LED TV sudah begitu canggihnya sehingga bisa mengidentifikasi suara pengguna sebagai sebuah perintah. Ini karena di dalamnya sudah ada prosesor dual core.

Memang interaksinya tidak sealami dan secanggih Siri di iPhone 4S yang bisa membalas pertanyaan. Dalam demonya, staf Samsung memperlihatkan bahwa suara pengguna hanya dapat dikenali sebagai sebuah perintah.

Misalnya kita menyebut “Hi TV” maka menu pun akan muncul. Lantas pegguna bisa mengganti channel, menurun dan naikkan volume, atau meniadakan suara di TV dengan berucap “Channel Up”, “Volume down”, dan “mute on”.
Read more of this post

Teknologi 3D Semakin Bertaji di CES 2012

Gambar

Meski sudah populer sejak 2008, teknologi 3D belum pernah mencapai masa keemasannya. Segmennya ada, tapi tidak besar. Teknologinya terus menerus diperbaiki. Tapi hanya berstatus sebagai gimmick (pemanis), bukan game changer (merubah suatu tren).

Dalam Consumer Electronic Show (CES) 2012, bisa jadi hal ini berubah. Mungkin saja teknologi 3D yang ditampilkan kali ini benar-benar mampu mendeliver pasar. Begitu canggih dan nyaman digunakan sehingga teknologi ini sudah menjadi bagian dalam fitur wajib televisi. Yang jika tidak ada membuat sebuah televisi terasa kurang sempurna.

Di booth LG Electronics misalnya, terlihat sekali betapa vendor asal Korea Selatan itu begitu fokus memamerkan teknologi 3Dnya. Seorang petugas membagi-bagikan kacamata 3D yang ringan dan nyaman di pintu masuk booth yang tersusun dari 122 layar LCD 3D  yang masing-masing berukuran 55 inci. Setelah memakai kacamata, pengguna bisa langsung melihat efek 3D saat itu juga.

Sementara di dalam booth, LG memiliki beberapa line-up produk 3D yang tak kalah menarik. Antara lain TV OLED 3D berukuran 55 inci dan TV 3D Ultra Definition (UD) berukuran 84 inci. Di booth mereka yang berukuran 2,043 meter persegi, slogan yang didengungkan adalah “how smart is your 3D?”. Teknologi 3D yang disuguhkan LG jauh lebih baik. Kacamata lebih ringan, sementara efeknya lebih tajam.

Read more of this post

Sengitnya Kategori Ultrabook dan Smart TV

Sesuai prediksi, perhelatan Consumer Electronics Show (CES) 2012 dibuka dengan persaingan sengit dari genre ultrabook, tablet, smartphone, serta TV 3D dan Smart TV yang teknologinya sudah disempurnakan.

Waktu masih menunjukkan pukul 8 pagi, Selasa (10/1). Namun, gedung Las Vegas Convention Center yang terletak di Paradise Road itu sudah penuh dengan manusia. Mereka, para pelaku industri, pebisnis, analis, serta media, berbondong-bondong menghadiri pembukaan Consumer Electronic Show (CES) 2012, pameran consumer electronic terbesar di dunia.

Memang ada beberapa vendor yang sudah curi start, mengenalkan lini produk mereka kepada media Senin (9/1) silam di The Venetian Hotel. Namun, di acarapembukaan inilah sekitar 20.000 produk dari 3.100 perusahaan secara resmi dikenalkan. Maka, mulai terlihat pula apa yang akan menjadi tren dalam teknologi consumer electronics selama setahun kedepan. Karena di CES lah para vendor berkesempatan untuk memamerkan teknologi terbaru mereka.

Bagi para pelaku industri, CES tentu menjadi ajang penting untuk memperlebar jaringan dengan kehadiran 140.000 orang dari 140 negara. Disinilah para supplier bisa bekerja sama dalam berbagai bentuk (ekspor, linsensi, join venture) di bidang teknologi.
Read more of this post

CES 2012 Magnet Industri Teknologi

SAMSUNG CSC

Consumer Electronics Show (CES) 2012 tak hanya jadi yang terbesar. Tapi, inilah pameran elektronik tertua (digelar sejak 1967) dan mungkin paling masif pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi dunia.

Digelar setiap awal tahun (sekarang pada 10-13 Januari 2012), CES memamerkan produk dan teknologi terbaru yang akan populer dalam setahun mendatang. Tak heran jika ajang ini dijadikan sebagai barometer terhadap perkembangan ekosistem teknologi di dunia.

Tahun ini, ada lebih dari 2,700 peserta pameran memadati dua venue. Yakni Las Vegas Convention Center yang luasnya mencapai 167.225 meter persegi itu (ekivalen 31 lapangan sepak bola) dan The Venetian Hotel. Selama empat hari pameran itu pula, diperkirakan ada 149.000 orang baik dari peserta pameran, pengunjung, serta media yang hadir.

Jason Oxman, senior vice president Consumer Electronics Association (CEA) selaku penyelenggara CES mengatakan bahwa tahun ini pameran digelar lebih optimistis. Sebab, ekonomi Amerika yang sempat dihantam krisis sudah semakin membaik.

Buktinya, pada 2011 belanja warga Amerika terhadap produk elektronik meningkat sebanyak 5,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Maka, tahun ini diperkirakan akan meningkat lagi.
Read more of this post

Review Motorola Razr

Motorola Droid Razr terbaru Razr sempat jadi simbol status, ikon fashion, juga ponsel clamshell terksukses sepanjang masa. Kini produk flagship Motorola itu dibangkitkan lagi dengan harapan memperoleh sukses yang sama. Sanggupkah?

Ketika Motorola Mobility– divisi khusus peranti bergerak Motorola Inc– merilis Droid Razr atau XT910, para desainernya bertekad mengedepankan konsep yang sama seperti saat Razr (versi clamshell) dikenalkan dulu. Yakni, harus memiliki desain yang mengejutkan.
Di mata konsumen, Razr identik dengan peranti mobile paling tipis, paling elegan. Maka engineer di Motorola pun memangkas ketebalan bodi Razr ke batas yang belum pernah dicapai sebelumnya: 7,1 mm.

Inilah smartphone Android yang lebih tipis dari yang tertipis. Lebih tipis dari Samsung Galaxy S II yang 8,5 mm, lebih tipis dari iPhone 4S yang 9.3 mm, lebih tipis dari HTC Sensation XE yang 11,3 mm, bahkan mengalahkan ketipisan Razr clamshell yang 13.9 mm.
Ukuran yang amat tipis ini berdampak pula pada beratnya. Berat Razr hanya 127 gram, lebih ringan dibanding Samsung Galaxy S II yang sudah ringan (130.5 gram).

Maka secara dimensi Razr sangat unggul. Paling tipis, paling ringan. Tapi, belum tentu menjadi paling baik. Karena ternyata desain bodi Razr yang penuh dengan garis-garis tegas itu membuatnya canggung ketika digenggam. Tidak pula nyaman saat di dekatkan ke telinga untuk berbicara.
Read more of this post

Perusahaan Mulai Mengadopsi Tablet

Jika 2010 menjadi perkenalan komputer tablet, maka 2011 adalah momen ketika tablet jadi bagian gaya hidup konsumen. Tahun ini tablet akan masuk ke segmen korporasi, digunakan oleh UKM dan bisnis besar untuk mengembangkan bisnis mereka.

Wajar jika 2011 disebut sebagai era meledaknya komputer tablet. Lembaga riset Gartner memperkirakan bahwa penjualan tablet global selama setahun penuh itu bisa tembus ke 63,6 juta unit. Jika dibandingkan 2010 yang hanya 17,6 juta unit, kenaikannya mencapai 261,4 persen!

Pada 2012 pun eskalasi produksi tablet tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Karena Gartner memperkirakan pada akhir 2015 nanti penjualan tablet bisa mencapai 326,3 juta unit. Yang artinya produksi tablet akan terus berlipat ganda setiap tahunnya.

Dan jika tahun lalu sebagian besar dari kita hanya memanfaatkan tablet sebatas konsumsi konten (membaca berita, mengonsumsi video/musik, bermain game), maka dalam beberapa bulan ke depan kita akan melihat tablet yang dimanfaatkan sebagai content production atau media untuk melakukan kegiatan produktif.

Vice president Gartner David Willis mengatakan bahwa saat ini orang sudah semakin tergantung pada smartphone maupun tablet untuk menunjang pekerjaan mereka.

”Para CEO yang saya temui lebih senang menggunakan tablet untuk mendistribusikan materi rapat. Sedangkan sales personel/sales force sudah menggunakan tablet untuk berhadapan dengan klien,” ujarnya.

Maka, rasanya sudah tinggal selangkah lagi bagi tablet untuk menjadi media penunjang aplikasi enterprise yang menuntut standar keamanan tinggi itu.

”Kita akan melihat versi tablet dari enterprise resource planning (ERP), customer relationship management (CRM), serta aplikasi-aplikasi bisnis lain yang dirilis oleh berbagai pengembang peranti lunak,” ujar Willis.
Read more of this post

Mengintip Pabrik Lamborghini di Sant’ Agata

Bodi Lamborghini Aventador yang sedang dirakit. Tidak perlu menjadi penggemar automotif untuk mengenal Lamborghini, supercar buatan Italia yang terkenal karena kemewahan, kecepatan, tenaga, desain, serta harganya yang amat mahal itu.

 Semua orang tahu Lamborghini. Tapi, tidak semua orang tahu tahu bahwa mobil seharga miliaran rupiah itu dirakit menggunakan tangan (bukan mesin atau lengan robot) di sebuah desa kecil di Italia.

Desa itu bernama Sant’ Agata Bolognese, terletak 32 kilometer di sebelah utara Bologna, kota kosmopolit dan kaya budaya yang oleh Unesco dilabeli ”city of music” itu.  

Di Sant’ Agata itulah Automobili Lamborghini, S.p.A menciptakan mobil sport legendaris Lamborghini sejak 1963 dan mengapalkannya ke seluruh penjuru dunia. Mulai dari Miura, Countach, Diablo, Gallardo, Muricelago, Reventon, hingga yang terbaru Aventador.

Walau pada 2010 penjualan Automobili Lamborghini menurun hingga 14 persen di angka 1.302 unit, namun market share di negara seperti China justru tumbuh melebihi Amerika. Pada 2010, misalnya, 206 unit Lamborghini dibeli oleh para taipan China. Tahun ini sudah lebih dari 300 unit. Kini selain di Amerika, fokus jualan Automobili Lamborghini ada di wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA), serta Asia.

Pada 2008, Automobili Lamborghini memproduksi 2,430 unit mobil. Sekitar 1.800 diantaranya adalah model terlaris Gallardo, satu-satunya varian Lamborghini yang mengusung mesin V8 hingga disebut ”baby Lambo”. Sedangkan 630 unit sisanya merupakan model flagship atau unggulan mereka: Murcielago.        

Murcielago yang memanggul mesin V12 itu mampu melesat dari 0-100 km/jam dalam 3.4 detik dengan kecepatan maksimal 340 km perjam. Pengguna juga bisa memilih versi yang lebih ekstrem: Murcielago SV. SV singkatan dari Super Veloce atau super cepat.

Read more of this post

Agresifitas si Citah Bionik

Infiniti FX 37

Infiniti FX 37

Bukan hanya tampangnya yang intimidatif. Dapur pacu sebesar 3.700 cc membuat Infiniti FX 37 menjadi sangat agresif. Inilah mobil sport dengan fungsionalitas SUV.

Wajar jika belum banyak yang mengenal lini produk Infiniti FX. SUV Crossover ini baru menyapa pasar Indonesia pada Maret 2011 silam. Ketika mengajak Infiniti FX 37 mengarungi Jakarta-Bandung-Lembang, beberapa kali saya mendapat pertanyaan dari orang. Baik soal harga, ketersediaannya di Indonesia, hingga keterkaitan nama Infiniti dengan Mazda.

Tentu saya jawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan senang hati. Saya jelaskan bahwa Infiniti Indonesia merupakan kolaborasi Indomobil Group dengan PT Nissan Motor Indonesia (NMI).

Infiniti bagi Nissan ibarat Lexus untuk Toyota. Inilah versi mewah Nissan yang bersaing langsung di segmen yang dihuni oleh raksasa Jerman seperti Mercedes-Benz, BMW, serta Audi. Infiniti FX 37 seharga Rp1,150 miliar yang saya coba, misalnya, memiliki lawan tanding Lexus RX 350, BMW X3, Mercedes Benz ML 350, serta Audi Q5.

Tentu seri FX punya perbedaan signifikan dibandingkan rival-rivalnya itu. Selain bodinya yang bongsor, desain bonnet panjangnya juga intimidatif. Ibarat seekor citah bionik yang siap menerkam mangsanya.
Read more of this post

Ultrabook, Juru Selamat PC

Model memperlihatkan produk Ultrabook Acer Aspire S3.Para analis dan lembaga survei sepakat bahwa masa depan PC sudah di-ujung tanduk. Faktanya, penjualan PC dan notebook terus menurun setiap tahun. Kini mereka menumpukan harapan pada subgenre baru yang disebut Ultrabook.

Istilah Ultrabook memang digunakan untuk mendefinisikan komputer jinjing yang dipangkas ukuran dan beratnya, namun justru bertambah fitur dan performanya. Lebih detil lagi, Intel Corp. menggambarkan Ultrabook sebagai notebook PC yang lebih tipis dari 2 cm (0,8 inci), dibekali memori flash (SSD), dapat langsung menyala ketika lid dibuka, serta memiliki daya tahan baterai antara 5-8 jam.

Apa bedanya dengan netbook? Ada beberapa. Selain menggunakan keyboard normal (full sized), prosesor Ultrabook juga setara notebook yang memiliki performa tinggi. Sehingga dapat bekerja dengan sistem operasi terbaru seperti Windows 7. Apple sebenarnya sudah masuk ke subgenre ini sejak empat tahun lalu. Mereka meluncurkan MacBook Air yang supertipis itu pada Januari 2008.

Ternyata, saat ini kebutuhan akan notebook yang powerful dan benar-benar mobile tidak hanya milik Apple fanboy (pengguna fanatik Apple) saja. Kepraktisan dan keringkasan tablet membuat konsumen lebih sensitif terhadap ukuran. Mereka merasa laptop yang ada di pasar sekarang terlalu bulky: besar dan berat. Konsumen menginginkan sebuah laptop yang berkinerja tinggi namun memiliki dimensi sepraktis tablet.

Tentu saja, sudah banyak vendor yang menghadirkan laptop tipis dan punya performa tinggi seperti itu. Tapi, baru sekarang lah laptop tipis dan canggih itu bisa menyentuh harga dibawah Rp10 jutaan, rentang harga dengan market share terbesar. Bahkan pada 2012 nanti harga Ultrabook diperkirakan menyentuh Rp7 jutaan, menciptakan segmen pasar yang lebih besar lagi.
Read more of this post

Magnet SamsungApps dan Samsung Point

Penjualan smartphone Samsung yang tembus 300 juta di seluruh dunia. Sebagai pemimpin pasar smartphone di Indonesia, Samsung semakin fokus ke pengembang aplikasi/developer lokal. Pengembang diberi ruang, moda pembayaran pun disempurnakan.

Dengan lebih dari 1.000 pengembang aplikasi yang terdaftar di komunitas ID-Android, potensi pengembang aplikasi lokal amatlah besar. Sayangnya, problem yang dihadapi para developer rata-rata serupa: banyak yang memiliki ide cemerlang tapi kesulitan dalam berpromosi serta memonetisasi serta produk mereka.

”Kebanyakan developer bujetnya terbatas. Sulit untuk mengenalkan aplikasi lokal ke user yang jadi target market mereka, mengingat di Android Market sendiri ada ratusan ribu aplikasi,” kata Agus Hamonangan dari komunitas ID-Android.

PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) mencoba menjembatani hal ini melalui SamsungApps. Fitur yang sebenarnya sudah lama ada di handset Samsung ini dimaksimalkan fungsinya.

SamsungApps menjadi sebuah portal atau hub, dimana pengguna bisa langsung mengunduh beragam aplikasi maupun game buatan pengembang lokal Indonesia.

Untuk sementara memang baru ada 20 pengembang lokal yang menyertakan produknya. Seperti Chicken Strip, Urbanesia, Wayang Force, hingga Ngaturduit.com. Tapi tahun depan diperkirakan jumlahnya akan jauh lebih besar.

Kepada saya, SamsungApps Manager PT SEIN Pambudi Baskara Sudirman menjelaskan manfaat ganda yang di dapat pengembang saat menyertakan aplikasinya di Samsung Apps.
Read more of this post

Sony Bangkit Lewat Vita

Pembeli Pertama PS Vita diapit oleh SCE president Andrew House dan Sony executive vice president Kazuo Hirai (R) PlayStation Vita dilepas di Jepang akhir pekan lalu dengan ambisi besar. Inilah mesin game portabel yang diharapkan bisa melampaui penjualan PlayStation Portable/PSP (73 juta unit) serta memberikan sutikan profit kepada Sony Corp. yang terus merugi.

Peluncuran PlayStation Vita di Jepang, Sabtu (17/12) silam, membawa angin positif bagi Sony Corp. Ibarat Apple yang dinanti warga Amerika, sejak dini hari ratusan gamer berbondong-bondong memadati distrik Ikebukuro, Tokyo. Mereka ingin menjadi pembeli pertama Vita, mesin game portabel yang diklaim memiliki fitur jauh lebih baik dibanding pendahulunya, PSP.

Melalui blognya, President Sony Computer Entertainment Japan Hiroshi Kono mengaku puas, menganggap fenomena ini sebagai awal yang baik. Bagi Sony, Vita adalah produk terpenting dan terbesar mereka sejak PlayStation 3 yang diluncurkan lima tahun silam.

Karena itu, mereka tidak mau kecolongan seperti rival mereka Nintendo 3DS. Gara-gara minimnya game yang menarik untuk dimainkan, penjualan Nintendo 3DS terseok. Ujungnya, dalam waktu enam bulan setelah peluncurannya Nintendo terpaksa memangkas harga 3DS hingga 40 persen.

Vita jauh lebih siap. Dalam peluncurannya sudah ada 24 judul game yang bakal menarik perhatian para gamer. Antara lain Call of Duty, Dungeon Defenders, FIFA Football, Final Fantasy X, Killzone, Metal Gear Solid HD, hingga Plants vs. Zombies. Tak heran jika Sony memberi target besar kepada Vita: melebihi sukses PSP yang sudah terjual hingga 73 unit sejak diluncurkan pada 2004.

Tak hanya itu, Vita juga diharapkan dapat memberikan profit besar bagi Sony Corp. yang mengalami momen berat sejak lima tahun terakhir ini. Mereka terus menerus merugi di berbagai lini bisnisnya, baik di bidang televisi, film, musik, ataupun handset.
Read more of this post

Ketika Tablet Gantikan Buku Pelajaran

Mahasiswa Ukrida yang menunjukkan Motorola Xoom. Era pendidikan paperless (tanpa kertas) ternyata datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Menggunakan tablet untuk menggantikan buku pelajaran mulai dilakukan oleh berbagai kampus dan sekolah.

Sejak awal 2010, Seton Hill University, George Fox University dan Abilene Christian University di Amerika memberikan iPad gratis kepada ribuan mahasiswanya dengan harapan dapat merevolusi pendidikan.
Mereka bereksperimen bagaimana tablet dapat merubah pembelajaran dalam kelas. Tidak ada lagi kertas maupun buku teks tradisional yang tebal dan berat-berat itu. Semua dokumen disimpan di tablet dan cloud.

”Textbook yang dibawa-bawa siswa di tas ransel mereka adalah masa lalu,” ujar Mary Ann Gawelek, VP academic affairs di Seton Hill. iPad menjadi mobile learning device, alat pembelajaran yang bisa dibawa-bawa oleh mahasiswa kemana saja. Murid akan memadunya dengan laptop yang mungkin digunakan untuk melakukan tugas-tugas produktif seperti membuat makalah.

”Kami berharap bisa menyediakan lingkungan belajar yang lebih baik. Antara lain menyediakan berbagai buku-buku diktat digital (e-book) yang harganya jauh lebih murah,” katanya.

Setelah memiliki tablet, siswa bisa mengakses 10.000 judul e-textbook lewat perusahaan bernama CourseSmart. Sistemnya tidak beli melainkan sewa. Mereka membayar jumlah tertentu untuk bisa membaca buku tersebut dalam waktu terbatas, misalnya 3 bulan atau satu semester.

Tak hanya di lingkungan kampus, awal tahun ini sekolah-sekolah di Amerika kini mulai mengganti buku pelajaran untuk siswa dengan iPad. Contohnya adalah SMA Brookfield di Hartford dan SMA Burlington di Boston.

Menurut catatan Apple, setidaknya ada 600 sekolah yang kini memiliki program yang disebut one-to-one. Artinya dalam satu sekolah setidaknya ada satu kelas yang seluruh siswanya menggunakan iPad selama proses belajar mengajar berlangsung.
Read more of this post

Indonesia Calon Pemimpin E-Commerce

Pendiri Tokobagus.com  Remco Lupker dan Arnold Sebastian Egg mengungkap tren e-commerce pada 2012.

Pendiri Tokobagus.com Remco Lupker dan Arnold Sebastian Egg mengungkap tren e-commerce pada 2012.

Tahun 2012 menjadi momen penting bagi perkembangan e-commerce di Indonesia. Banyak pemain baru yang masuk, sistem pembayaran lebih baik, potensi UKM, pengguna yang bertumbuh, serta pasar yang diprediksi semakin dewasa.

Awal bulan ini, saya mewawancarai dua pendiri Tokobagus.com, Arnold Sebastian Egg dan Remco Lupker untuk menelisik apa saya yang akan terjadi dalam bidang e-commerce pada 2012. Saat ini Tokobagus.com menjadi situs jual beli terbesar di Indonesia. Dengan 10 juta pengunjung per hari, posisi Tokobagus.com sebagai situs e-commerce cukup solid. Selama April 2012, misalnya, mereka mencatat transaksi sebanyak 212.000 kali dengan omzet lebih dari Rp1,5 triliun.

Baik Arnold (A) dan Remco (R) yang asal Belanda ini mengungkap tren e-commerce di Indonesia pada 2012 yang diprediksi sangat menarik. Berikut petikannya:

Benarkah sistem pembayaran masih jadi problem terbesar dalam perkembangan e-commerce di Indonesia?
Remco (R): Memang payment gateway untuk e-commerce saat ini ada banyak dan terpisah-pisah. Tapi, saya prediksi pada akhirnya nanti akan muncul sebuah ”killer payment system” yang akan digunkan oleh semua orang.

Sebenarnya dimana letak permasalahannya?
R: Banyak sekali. Di negara Barat, misalnya, mungkin hanya ada 6 bank besar yang dengan mudahnya disatukan. Di Indonesia bisa lebih dari 20 bank. Ini tentu tidak mudah karena melibatkan banyak kepentingan.
A: Masalahnya juga ada di normal user. Berapa banyak pengguna interkoneksi antar bank atau kartu kredit di Indonesia? Masih sangat kecil. Para pemain e-commerce seperti kami juga menunggu langkah pemerintah yang kabarnya akan membuat suatu sistem pembayaran memanfaatkan e-KTP/KTP Elektronik untuk sertifikasi.
Read more of this post

Microsoft Accelerating Asia Pacific 2011

Mike Usmar, CEO Computer Clubhouse Trust, New Zealand bersama Veronica Colondam, CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB)

Mike Usmar, CEO Computer Clubhouse Trust, New Zealand bersama Veronica Colondam, CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB)

Mengagregasi benefit teknologi kepada masyarakat luas menjadi tema utama Microsoft Accelerating Asia Pacific 2011 di hotel Royale Chulan, Kuala Lumpur, Malaysia, 6-7 Desember silam.

Dalam konferensi yang sudah kedua kalinya digelar itu Microsoft berbagi cerita dan wawasan tentang program Citizenship mereka, yakni bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memberikan perubahan sosial dan ekonomi yang positif di region Asia Pasifik. Citizenship memang menjadi bagian dari program CSR Microsoft untuk mengatasi masalah sosial sekaligus menciptakan kesempatan ekonomi baik dalam skala lokal maupun global melalui kerjasama dalam bentuk inovasi teknologi.

Hadir dalam konferensi tersebut para pemimpin industri teknologi, pemerintah, serta perwakilan dari sektor non profit sebagai mitra kerja Microsoft dalam bidang seperti pendidikan, perlindungan anak, sosial ekonomi, lingkungan, dan lainnya. ”Kami menunjukkan bagaimana mitra kerja Microsoft di pemerintah maupun kalangan sipil menciptakan upaya nyata terhadap hari esok yang lebih baik,” tandas Clair Deevy, Community Affairs Lead Asia, Microsoft.

Presentasi dari berbagai panelis memperlihatkan bagaimana teknologi Microsoft bisa melebur dan mengakselerasi kebutuhan dari setiap individu, kolektif, komunitas, dalam negara yang berbeda-beda.

Di India, Microsoft Research meluncurkan alat pembuatan konten multibahasa bagi Wikipedia yang disebut WikiBhasha. WikiBhasha adalah aplikasi open source berbasis browser yang memungkinkan para kontributor Wikipedia menemukan sebuah konten, menerjemahkan konten dalam bahasa lain, serta menyusun artikel baru atau memperbaiki artikel yang sudah ada di Wikipedia multibahasa.
Read more of this post

Penyandang Cacat Pun Bisa Bermain Game

CEO AbleGamers Foundation Mark C. Barley menunjukkan berbagai joystick yang telah dimodifikasi untuk para penyandang cacat.

CEO AbleGamers Foundation Mark C. Barley menunjukkan berbagai joystick yang telah dimodifikasi untuk para penyandang cacat.

Game adalah milik semua orang. Termasuk para penyandang cacat sekalipun. Hal itu pula yang menginspirasi AbleGamers Foundation (AGF). Yayasan itu dibentuk untuk membantu para penyandang cacat agar dapat bermain game selayaknya orang normal.

Disela-sela perhelatan Microsoft Accelerating Asia Pacific 2011 di Kuala Lumpur, Malaysia, 6-7 Desember silam, saya menyempatkan diri untuk berbincang dengan Presiden dan CEO AbleGamers Foundation Mark C. Barley.

Pria berbadan besar itu menunjukkan berbagai joystick konsol game Xbox 360 yang telah dimodifikasi untuk berbagai penderita cacat fisik maupun stroke.

Ada joystick berbentuk tuas 4 arah bagi penderita stroke atau mereka yang tidak memiliki jari tangan. SINDO dengan mudahnya memainkan game Forza Motorsport 4 dengan telapak tangan terkepal, mengendalikan mobil dengan mendorong joystick tersebut ke kanan dan kiri.

Joystick lainnya berbentuk lebih sederhana, berupa empat tombol tuts terpisah dengan warna yang berbeda-beda. Dua tuts pertama berfungsi untuk kendali kanan dan kiri, sedangkan dua tuts lainnya untuk akselerasi dan rem.

”Dengan bermain game orang dapat meningkatkan kualitas hidup,” ujar Mark. ”Misalnya veteran perang penyandang cacat dapat bermain game secara online dengan teman mereka,” bebernya.
Read more of this post

Kinect untuk Rehabilitasi Penderita Stroke

Kim Evangelista dan software ciptaannya

Kim Evangelista dan software ciptaannya

Teknologi natural user interface (NUI) pada Microsoft Kinect ternyata tidak hanya digunakan untuk bermain game. Dalam perhelatan Accelerating Asia Pasific 2011 di Kuala Lumpur, Malaysia, 6-7 Desember silam Microsoft memperlihatkan bagaimana NUI bisa menyentuh bidang-bidang vital seperti pendidikan, kesehatan, hingga public sector seperti keamanan dan terorisme.

Sejak 16 Juni 2011 silam Microsoft memang secara aktif mengajak para pengembang aplikasi, akademisi, ilmuwan, serta publik untuk mengesplorasi teknologi NUI lebih jauh dengan diluncurkannya Kinect for Windows Software Development Kit (SDK).

Kinect yang dikenalkan sebagai salah satu aksesoris dari konsol Xbox 360 dianggap sebagai teknologi yang melebihi zamannya karena mampu mendeteksi gestur dan gerakan pemain menjadi perintah dalam video game.

Maka dalam enam bulan terakhir ini bermunculan aplikasi NUI yang digunakan dalam berbagai bidang. Dalam presentasinya di Accelerating Asia Pasific 2011, Lynne Stockstad, General Manager, Worldwide Public Sector, Microsoft Corporation, memperlihatkan bagaimana dokter menggunakan Kinect untuk melihat hasil rontgen tanpa perlu meninggalkan ruang operasi. Ia memilah-milah foto rontgen dari pasian hanya dengan menggerakkan lengannya dari kiri ke kanan.

Hal ini pula yang dilakukan Kim Evangelista, pengembang aplikasi asal Singapura yang juga memenangkan kompetisi Microsoft Imagine Cup 2011. Terinspirasi neneknya yang meninggal karena stroke, Kim bersama keempat temannya dari Temasek Polytechnic Singapura mencoba untuk mengembangkan aplikasi NUI Kinect Healtcare Solution untuk penderita stroke.

Para penderita stroke mengalami kelumpuhan pada salah satu bagian tubuhnya. Dalam proses penyembuhan, mereka belajar untuk menggerakkan bagian tubuh yang lumpuh itu.

Bermodal sebuah Kinect, laptop, serta monitor LCD Kim mendemonstrasikan bagaimana TARA (Therapy and Rehabilitation) bekerja melakukan analisis terhadap gerakan pasien. Kincet mampu melacak seluruh tubuh, mengukur 13 sendi utama manusia lebih efisien dan akurat. Dalam pengembangannya, Kim mengontak rumah sakit dan pusat rehabilitasi. ”Kami bertanya apa yang mereka butuhkan. Dari input itu kami ubah jadi aplikasi, dan terus mendapat koreksi. Prosesnya repetitif,” bebernya.
Read more of this post

Zynga, Perusahaan Game Termahal Dunia

Sosial media telah mengubah industri game seutuhnya. Game yang lahir di jejaring sosial menjadi industri baru yang bernilai miliaran dollar. Melahirkan pula perusahaan-perusahaan game yang jadi raksasa baru di dunia.

Salah satu raksasa itu, adalah Zynga, perusahaan game yang belakangan ini mencuri perhatian dunia. Inilah perusahaan yang dalam waktu sangat singkat muncul sebagai raksasa game di sosial media. Inilah perusahaan yang membuat perusahaan raksasa yang sudah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia game gentar.

Zynga menjadi ”raksasa” bukan tanpa alasan. Setiap bulannya ada 250 juta pengguna yang aktif memainkan sebuah fenomena baru yang disebut dengan social game, yakni sebuah permainan yang terintegrasi dengan sosial media.
FarmVille, Mafia Wars, Zynga Poker, FrontierVille, serta Cafe World adalah game yang sudah sangat populer di Indonesia. Meski tidak ada data yang mengungkap berapa jumlah penggunanya, namun judul-judul tersebut sudah tidak asing bagi mereka yang aktif berjejaring sosial. Semua game itu dibuat oleh Zynga.

Tapi, yang membuat ngeri para kompetitor adalah perkembangan Zynga yang begitu cepat. 250 juta pengguna online yang memainkan game mereka setiap bulannya diraih dalam waktu kurang dari dua tahun. Ini menunjukkan betapa cepatnya bisnis social game ini tumbuh. Dalam 9 bulan pertama tahun ini saja, Zynga mencatat laba bersih sebesar USD30.7 juta dari total pendapatan total mereka sebesar USD828.9 juta.

Zynga sendiri di dirikan oleh Mark Pincus, yang telah malang melintang di dunia TI, pada 2007. Nama perusahaan yang diambil dari anjing bulldog miliknya itu benar-benar membawa hoki. Zynga masuk ke bisnis social game tepat disaat jejaring sosial sedang booming.
Strategi bisnis Pincus memang agresif. Dibawah kendalinya, Zynga aktif melakukan berbagai akuisisi dan membuka kantor perwakilan di seluruh dunia. Mereka sempat mengakuisisi YoVille, perusahan social game yang cukup populer. Sedangkan studio game merkea tersebar dari Los Angeles, hingga Beijing dan Tokyo.
Read more of this post

Tes Produk BlackBerry Bellagio (Onyx 3)

BlackBerry Bellagio

BlackBerry Bellagio

Dibanding BlackBerry Bold 9700 (Onyx) dan 9780 (Delta/Onyx II), Bold 9790/Bellagio/Onyx III ini memang memiliki perubahan paling signifikan dalam desain maupun fitur.

Serupa Dakota atau Bold 9900, Research in Motion (RIM) mampu memangkas ukuran BlackBerry yang umumnya tebal-tebal itu secara drastis. Dimensi Bellagio hanya 110 x 60 x 11.4 mm. Dengan ketebalan 11,4 mm, memang tidak setipis Dakota yang mencapai 10,5 mm. Namun, sudah jauh lebih tipis dibandingkan Onyx I yang 15 mm dan Onyx II 14 mm. Dari sisi berat, mungkin inilah seri Bold teringan yang pernah dibuat: hanya 107 gram.

Dengan 107 gram, Bellagio tidak hanya meninggalkan Dakota (130 gram), tapi juga Onyx I (136 gram) serta Onyx II (122 gram). Begitupun smartphone Android premium yang umumnya diatas 150 gram. Karena lebih tipis dan ringan, Bellagio jadi lebih mudah digenggam, disaku, serta dioperasikan satu atau dua tangan.

Penampilan Bellagio juga jauh lebih cantik dibandingkan kedua kakaknya. Lekukan desainnya yang ramping dan bersih terlihat jauh lebih seksi. Sisi bodi samping, bawah, hingga bagian atas belakang disepuh lapisan stainless steel yang membuatnya semakin elegan. Kover bagian belakangnya dibiarkan bersih, disapu warna hitam menawan.

Berbeda dengan Onyx II, keypad Bellagio terasa lebih rata dan tidak menonjol. Dampaknya, mengetik memang jadi lebih empuk. Meski, secara pribadi SINDO lebih suka keypad Onyx II yang memantul, sehingga nyaman untuk mengetik cepat.

Hal mengganggu lainnya adalah, keypad Bellagio yang memotong langsung garis samping bodi tanpa ada jarak. Memang penampilannya jadi lebih simpel dan ringkas. Tapi, kedua jempol saya beberapa kali terpeleset saat mengetik kata dengan kombinasi huruf dibagian kanan dan kiri keypad.

Bisa saja pada akhirnya pengguna akan terbiasa. Tapi, saya merasakan hal ini sangat mengurangi kenyamanan untuk mengetik cepat. Untunglah, kekecewaan ini dibalas dengan pilihan cara navigasi Bellagio yang nyaman. Susunan empat tombol di sisi-sisi trackpad didesain menonjol sehingga lebih mudah diraba dan ditekan.
Read more of this post

Beri Kesempatan untuk Mango

Windows Phone IS12T

Windows Phone IS12T

Windows Phone (WP) 7.5 atau Mango sudah punya start bagus. Para pengembang mulai melirik, menganggapnya punya masa depan menjanjikan. Katanya, kemanapun pengembang pergi disanalah konsumen mengikuti. Benarkah?

Windows Phone 7 (WP7) bermula sebagai segmen niche bagi para pengembang. Hanya sedikit pengembang yang tertarik. Sebagian besar memilih menunggu, melihat bagaimana perkembangan OS ini kedepannya. Menurut firma riset Gartner, sejak dikenalkan di Mobile World Congres 2010 hingga kuartal ketiga 2011 market WP7 dalam OS smartphone global cenderung flat di angka 1,5%. Jauh tertinggal dari Android (52.5%), Symbian (16.9%), iOS (15%), BlackBerry (11%), dan Bada (2.2%).

Roberta Cozza dari Gartner berpendapat, baik developer dan konsumen memang tak ingin gegabah. Mereka memilih menunggu kedatangan Windows Phone 7.5 (Mango) yang disebut CEO Microsoft Steve Ballmer pada Februari 2011 akan meluncur di penghujung tahun.

Benar saja, pada Mei 2011 raksasa handset global seperti Acer, Fujitsu, ZTE, serta HTC sudah mengantre untuk bisa mendapatkan Mango. Puncaknya ketika Nokia mengumumkan handset Mango pertama mereka, Lumia, di Nokia World pada Oktober 2011 silam. Maka Mango seolah-olah muncul sebagai OS baru yang segar dan menarik dibicarakan. Satu-satunya OS yang diprediksi mampu menandingi kedigdayaan Android maupun iOS yang mendominasi market smartphone global.
Read more of this post

Mengawinkan Musik dan Mobilitas

HTC Sensation XE dengan Beats

HTC Sensation XE dengan Beats

Integrasi Beats Audio/ Beats by Dr. Dre kedalam HTC Sensation XE bukan sekadar gimmick marketing. Selain menetapkan standar baru dalam kualitas audio ponsel, daya tarik (coolness) Beats diharapkan dapat memikat kaum muda.

HTC Sensation XE resmi dikenalkan di Indonesia di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis (24/11) silam. Inilah produk HTC pertama di Indonesia yang sudah dilengkapi in-ear headphone keluaran Beats. Selain Sensation XE, ada Sensation XL dan HTC Rezound yang telah dipasangkan dengan Beats Audio. Sensation XL akan diluncurkan di Indonesia mulai pertengahan Desember mendatang.

Di masa depan Beats Audio menjadi strategi penting bagi HTC dalam memasarkan produknya. Agustus silam HTC Corporation mengakuisisi 50 persen kepemilikan Beats Electronics senilai USD300 juta (Rp2,6 triliun).

Setelah itu HTC bergerak cepat, mengenalkan tiga model smartphone yang dikawinkan dengan teknologi audio Beats (XE, XL, dan Rezound). Langkah taktis HTC dalam memasarkan smartphone dengan Beats Audio menunjukkan fokus serius perusahaan asal Taiwan tersebut di bidang musik.

Beats Audio memang bukan sekadar merek headphone biasa. Merek tersebut menjadi istimewa karena harganya yang lumayan mahal, kualitas suara prima, hingga kadar keren yang diinjeksikan melalui endorser seperti Lady Gaga dengan produk HeartBeats serta Justin Beiber dengan JustBeats.
Read more of this post

Nokia Asha Pertama di Indonesia

Lini produk Asha yang dikenalkan di ajang Nokia World Oktober 2011 silam punya maksud tegas. Inilah ponsel low-end yang mengaburkan batas antara feature phone dan smartphone.

Asha yang menyasar langsung emerging market di desain untuk menghubungkan semiliar pengguna ponsel berikutnya ke internet. Faktanya, dari 3,7 miliar pengguna ponsel di dunia, 1,2 miliar tidak memiliki peramban web/web browser. Sehingga fungsi ponsel hanya untuk menelpon dan ber-SMS.

China dan India mungkin menjadi emerging market terbesar. Namun, awal tahun ini Chairman dan CEO JP Morgan Chase & Co Jamie Dimon mengatakan bahwa Indonesia adalah negara nomor satu dalam emerging market dunia. Karena itu, Indonesia mendapat kehormatan menjadi negara pertama di dunia yang dapat menikmati Asha 303, seri tertinggi dari lini produk Asha yang terdiri dari model 200, 201, serta 300.

Asha 303, yang menggunakan metoda input QWERTY dan layar sentuh, resmi diluncurkan di Indonesia pada Kamis (24/11) silam di Lobby FX F’Center, Jakarta. Head of Marketing Nokia Indonesia Lukman Susetyo mengatakan, Asha 303 menyasar langsung konsumen muda, dengan mengandalkan fitur chatting (YM, FB, GTalk, dan Live MSN), WhatsApp, sosial media (FB, Twitter), serta musik.
Read more of this post

Android Froyo di Layar TV

Veolo berfungsi sebagai Android hub di layar televisi

Veolo berfungsi sebagai Android hub di layar televisi

Sinkronisasi sistem operasi Android ke layar televisi saat ini semakin mudah dilakukan. Dampaknya, layar televisi yang besar dapat dijadikan media player, media internet (browser), hingga game center.

Mengapa harus membeli Smart TV atau TV internet seharga belasan bahkan jutaan rupiah, jika berinternet di televisi dapat dilakukan di TV lama melalui alat seharga Rp2.499.000. Bahkan tidak cuma berinternet, sudah ada alat yang berfungsi sebagai hub terhadap sistem operasi Android. Secara harfiah, pengguna bisa mengakses Android di layar televisinya. Fungsi inilah yang dikedepankan oleh Veolo Smart Android Hub.

Veolo berbentuk kotak hitam kecil dengan ukuran yang ringkas. Proses instalasi ke televisi pengguna dilakukan melalui kabel HDMI. Jadi, alat ini hanya bisa bekerja pada televisi yang sudah memiliki slot HDMI saja. ”Setelah itu pengguna cukup melakukan pairing remote ke alat Veolo dan sudah langsung bisa digunakan,” papar Victorinus Tanjaya, Product Manager A.C Ryan, produsen Veolo.

Fungsi layar sentuh pada smartphone dan tablet di OS Android diganti dengan pointer yang dikendalikan melalui RF remote control. Remote ini tidak menggunakan infra merah, melainkan transmisi radio sehingga lebih leluasa dan fleksibel.
Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.